Rabu, 28 November 2012

Sumber Daya Alam dan Pembagian Macam


Pengertian Sumber Daya Alam dan Pembagian Macam/Jenisnya 

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

A. Sumber daya alam berdasarkan jenis :
- sumber daya alam hayati / biotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup.
contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
  
- sumber daya alam non hayati / abiotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.
contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain


B. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan :
- sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable
yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
- sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable
ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
- Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.

C. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
- sumber daya alam penghasil bahan baku
adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.
contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain

- sumber daya alam penghasil energi
adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.
misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.

Sumberdaya alam adalah semua benda hidup maupun mati yang ada atau terdapat secara alamiah di bumi serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia. Sumberdaya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, di laut, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumberdaya alam adalah barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi. Keberadaan dan ketersediaannya maupun penyebarannya tidak merata secara geografis. Pemanfaatannya secara efesien tergantung pada teknologi dan jika melalui proses pengolahan, akan menghasilkan produk bernilai tambah namun sekaligus menghasilkan limbah.

Beberapa istilah atau konsep dasar yang berkaitan dengan judul makalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut:

· Lingkungan hidup atau lingkungan adalah; semua faktor biotik dan abiotik yang berada di sekitar makluk hidup atau dengan kata lain, lingkungan hidup adalah sistem kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan (tatanan alam) dan makhluk hidup termasuk manusia dengan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
· Pengelolaan lingkungan hidup yang diartikan sebagai upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang mencakup kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup (Pasal 1 angka 2 Undang-undang No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup).
· Ekologi adalah; ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makluk hidup dan lingkungannya.
· Ekosistem adalah; suatu kawasan alam yang di dalamnya tercakup unsur-unsur hayati (organisme) dan unsur-unsur non hayati (zat-zat tidak hidup) serta antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal-balik.
· Sistem adalah himpunan komponen-komponen atau elemen-elemen atau bagian yang saling berkaitan dan secara bersama-sama berfungsi untuk mencapai sesuatu tujuan.
· Pencemaran lingkungan adalah; peristiwa adanya penambahan bermacam-macam bahan sebagai hasil dari aktivitas manusia ke lingkungan dan biasanya memberikan pengaruh yang berbahaya terhadap lingkungan itu sendiri.
· Pembangunan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan potensi sumberdaya alam ke dalam perilaku manusia yang menjamin kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan juga untuk makhluk hidup lain seraya menjaga kualitas sumberdaya pembangunan itu secara terus-menerus (berkelanjutan).

Sumberdaya alam berdasarkan jenisnya, terdiri atas : 
· sumberdaya alam hayati / biotik yakni sumberdaya yang berasal dari makhluk hidup seperti; tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
· sumberdaya alam non hayati / abiotik adalah sumberdaya yang berasal dari benda mati seperti; bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
Sumberdaya alam berdasarkan sifat pembaharuan atau dapat tidaknya diperbaharui terdiri atas :
· sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable) yaitu sumberdaya yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. Contohnya adalah; air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain. Disebut demikian, karena alam mampu mengadakan pembentukan baru dalam waktu relatif cepat, secara reproduksi atau siklus.
o perbaruan dengan reproduksi. Hal ini terjadi pada sumberdaya alam hayati, karena hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya selalu bertambah.
o perbaruan dengan adanya siklus. beberapa SDA ,misalnya air dan udara terjadi dalam proses yang melingkar membentuk siklus.
· sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui (non renewable) ialah sumberdaya yang tidak dapat didaur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. Contoh : bahan mineral, minyak bumi, batubara, timah, gas alam, dll. SDA ini terdapat dalam jumlah relatif statis karena tidak ada penambahan atau waktu pembentukan yang lama. Berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtifnya, SDA ini dibagi 2, yaitu SDA yang tidak cepat habis karena nilai konsumtifnya kecil dan SDA yang cepat habis karena nilai konsumtif barang tersebut relatif tinggi.
Menurut cara terbentuknya bahan galian dibagi menjadi;
o bahan galian magmatik
o bahan galian pegmatit
o bahan galian hasil pengendapan
o bahan galian hasil pengayaan sekunder
o bahan galian hasil metamorfosis kontak
o bahan galian termal
Sedangkan kategori bahan galian menurut kepentingan bagi negara:
o Golongan A, golongan bahan galian strategis
o Golongan B, golongan bahan galian vital
o Golongan C, bahan galian yang tidak termasuk ke dalam golongan A atau B
Sumberdaya alam yang tidak terbatas jumlahnya (cycle / unlimited); seperti sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
Sumberdaya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya dapat dikategorikan sebagai berikut :
· sumberdaya alam penghasil bahan baku yakni; sumberdaya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. Contoh; hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain.
· sumberdaya alam penghasil energi yang meliputi sumberdaya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. Contoh; ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, batu bara, dan lain sebagainya.

Berdasarkan bentuk yang dimanfaatkan maka sumberdaya alam dapat dikategorikan sebagai berikut;
· SDA Materi, yaitu bila yang dimanfaatkan adalah materi sumberdaya alam tersebut. Contoh : siderit, limonit dapat dilebur jadi besi/baja 
· SDA Hayati, ialah SDA yang berbentuk makhluk hidup, yaitu hewan dan tumbuhan. SDA tumbuhan disebut SDA Nabati dan hewan disebut SDA Hewani. 
· SDA Energi, yaitu bila barang yang dimanfaatkan manusia adalah energi yang terkandung dalam SDA tersebut
· SDA Ruang, adalah ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya. 
· SDA Waktu, sebagai sumberdaya alam, waktu tidak berdiri sendiri melainkan terikat dengan pemanfaatan sumberdaya alam lainnya
video ini menjelaskan pengertian secara visual tentang Sumber Daya Alam ( SDA ).

http://www.youtube.com/watch?v=2wnLH25xeDw

EKOLOGI





          Ekologi berasal dari bahasa Yunani oikos (rumah atau tempat hidup) dan logos (ilmu). Secara harafiah ekologi merupakan ilmu yang mempelajari organisme dalam tempat hidupnya atau dengan kata lain mempelajari hubungan timbal-balik antara organisme dengan lingkungannya. Ekologi hanya bersifat eksploratif dengan tidak melakukan percobaan, jadi hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam.
         Pada saat ini dengan berbagai keperluan dan kepentingan, ekologi berkembang sebagai ilmu yang tidak hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam. Ekologi berkembang menjadi ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem (alam), sehingga dapat menganalisis dan memberi jawaban terhadap berbagai kejadian alam. Sebagai contoh ekologi diharapkan dapat memberi jawaban terhadap terjadinya tsunami, banjir, tanah longsor, DBD, pencemaran, efek rumah kaca, kerusakan hutan, dan lain-lain.

          Struktur ekosistem menurut Odum (1983), terdiri dari beberapa indikator yang menunjukan keadaan dari system ekologi pada waktu dan tempat tertentu. Beberapa penyusun struktur ekosistem antara lain adalah densitas (kerapatan), biomas, materi, energi, dan faktorfaktor fisik-kimia lain yang mencirikan keadaan system tersebut. Fungsi ekosistem menggambarkan hubungan sebab akibat yang terjadi dalam system.

          Berdasarkan struktur dan fungsi ekosistem, maka seseorang yang belajar ekologi harus didukung oleh pengetahuan yang komprehensip berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan seperti: taksonomi, morfologi, fisiologi, matematika, kimia, fisika, agama dan lain-lain. Belajar ekologi tidak hanya mempelajari ekosistem tetapi juga otomatis mempelajari organisme pada tingkatan organisasi yang lebih kecil seperti individu, populasi dan komunitas.

         Menurut Zoer´aini (2003), Seseorang yang belajar ekologi sebenarnya mempertanyakan berbagai hal antara lain adalah:
1. Bagaimana alam bekerja
2. Bagaimana species beradaptasi dalam habitatnya
3. Apa yang diperlukan organisme dari habitatnya untuk melangsungkan kehidupan
4. Bagaimana organisme mencukupi kebutuhan materi dan energi
5. Bagaimana interaksi antar species dalam lingkungan
6. Bagaimana individu-individu dalam species diatur dan berfungsi sebagai populasi

7. Bagaimana keindahan ekosistem tercipta
       Dari perpaduan harafiah dan berbagai kajian, maka ekologi dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbalbalik antar mahluk hidup dan juga antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Manusia sebagai mahluk hidup juga menjadi pembahasan dalam kajian ekologi. Ekologi menjadi jembatan antara ilmu alam dengan ilmu sosial.



PEMBAGIAN EKOLOGI

     Ekologi dapat dibagi menjadi autekologi dan sinekologi
1. Autekologi membahas sejarah hidup dan pola adaptasi individu-individu organisme terhadap lingkungan
2. Sinekologi membahas golongan atau kumpulan organisme yang berasosiasi bersama sebagai satu kesatuan
         Bila studi dilakukan untuk mengetahui hubungan jenis serangga dengan lingkungannya, kajian ini bersifat autekologi. Apabila studi dilakukan untuk mengetahui karakteristik lingkungan dimana serangga itu hidup maka pendekatannya bersifat sinekologi.


APLIKASI EKOLOGI
          Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan makhluk lainnya. Manusia dibekali dengan kelebihan akal dan pikiran. Mampukan dengan akal dan pikirannya, manusia melindungi, merawat dan mensejahterakan alam sekitarnya? Jawaban paling simple dan mudah adalah mari kita lihat saja lingkungan yang ada disekitar kita.
            Manusia sebagai bagian dari alam semesta dan berbekal akal dan pikirannya saat ini sebagian telah menjadi monster bagi dirinya sendiri, makhluk lain dan lingkungannya. Kegiatan-kegiatan untuk mensejahterakan dirinya justru menjadi malapetaka. Penggunaan pestisida untuk meningkatkan hasil panen meninggalkan residu yang karsinogenik dan membunuh banyak mahluk hidup lain bukan sasaran, penebangan hutan, penggunaan unsur radioaktif, penggunaan bahan-bahan kosmetik, pengharum, pembangunan industri, pembangunan perumahan dan lain-lain justru menjadi bumerang bagi manusia itu sendiri.

           Menguasai Saintek dan knowledge bagi manusia adalah merupakan kewajiban, tetapi pengetahuan dan ilmu tersebut harus benar-benar diperuntukan bagi kesejahteraan alam semesta beserta isinya. Terjadinya bencana alam akhir-akhir ini hanyalah bentuk peringatan Tuhan bagi umat manusia agar manusia kembali ke jalan yang benar.


"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia, Allahmenunjukkan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar"
Q.S. Ar Ruum ayat 41


      Aplikasi ilmu ekologi dengan prinsip-prisip dasarnya apabila dipergunakan secara benar dan bertanggungjawab sebenarnya dapat memperbaiki segala kerusakan yang telah terjadi dan mencegah terulangnya peristiwa-peristiwa yang sangat tidak diinginkan. Ekologi menganut prinsip keseimbangan dan keharmonisan semua komponen alam. Terjadinya bencana alam seperti tsunami di Aceh, Sumatra Utara, Pangandaran dan terakhir terjadinya banjir pasang di sebagian Jakarta, fenomena angin puting beliung di beberapa tempat di Indonesia dan lain-lain adalah merupakan salah satu contoh keseimbangan dan harmonisasi alam terganggu. Ketika ketimpangan sudah mencapai pada puncaknya maka alam akan mengatur kembali dirinya dalam keseimbangan baru. Proses menuju keseimbangan baru tersebut sering kali menimbulkan perubahan yang drastis dan dianggap bencana bagi komponen alam yang lain (manusia). Terjadinya ledakan populasi belalang di Lampung, ledakan populasi hama wereng, kutu loncat, tikus, DBD, Flu burung dan lain-lain adalah merupakan salah satu bentuk terjadinya ketidak seimbangan dalam ekosistem dan komponenkomponen alam yang terlibat dalam system sedang mengatur strateginya masing-masing untuk menuju kearah keseimbangan baru.


       Ekologi memandang mahluk hidup sesuai dengan perannya masing-masing dan memandang individu dalam species menjadi salah satu unsur terkecil di alam. Semua mahluk hidup di alam memiliki peran yang berbeda dalam menyusun keharmonisan irama keseimbangan sebagaimana firman Tuhan dalam Q.S Al Hijr ayat 19 -21:


"Kami telah hamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah jadikan untukmu di bumi keperluankeperluan hidup, dan Kami ciptakan pula makhluk-makhluk yang kamu sekali-sekali bukan pemberi rizki kepadanya. Dan tidak ada sesuatupun melainkan kepada sisi Kami-lah khasanahnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu ". Q.S Al Hijr ayat 19 -21

         Aplikasi ekologi yang nyata saat ini adalah dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari semua kegiatan pembangunan dan desain lansekap. Lansekap adalah wajah dan karakter lahan atau tapak bagian dari muka bumi ini dengan segala kegiatan kehidupan dan apa saja yang ada di dalamnya, baik bersifat alami, non alami atau kedua-duanya yang merupakan bagian atau total lingkungan hidup manusia beserta makhluk-makhluk lainnya, sejauh mata memandang, sejauh segenap indera kita dapat menangkap dan sejauh imajinasi kita dapat membayangkannya ( Zain Rachman, 1981 dalam Zoer´aini, 2003).




PUSTAKA
Al Quran dan Terjemahnya. 1989. CV. Toha Putra Semarang
Odum, EP. 1983. Basic Ecology. Saunders, Philadelphia
Zoer´aini D.I. 2003. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi. PT Bumi Aksara, Jakarta

video ini menyampaikan bagaimana cara kita untuk menghidari terjadinya ekspoilitasi Alam yang dilakukan oleh manusia.maka dari itu video ini memberikan solusi dimana apabila kita mau menjaga alam kita maka kita harus menjangan terlebih dahulu dalam hal lain kembali kepada masing-masing individunya. 






Senin, 21 Mei 2012

Manajemen pengorganisasian (organizing)

1.  Prinsip Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses pembagian kerja atau pengaturan kerja bersama 
dari para anggota suatu organisasi. Dalam  suatu pengorganisasian pada prinsipnya 
berguna untuk menunjukkan cara-cara tentang upaya pemberdayaan sumber daya 
manusia agar dapar bekerja sama dalam suatu sistem kerja sama dengan harapan dapat 
mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan 
efisien, maka pengorganisasian dapat dimaknai sebagai berikut: 
a. Cara manajemen merancang struktur formal untuk menggunakan yang paling 
efektif sumberdaya-sumberdaya keuangan, fisik, bahan baku,  dan tenaga kerja 
organisasi. 
b. Pengelompokan kegiatan-kegiatan yang diikuti dengan penugasan seseorang 
pimpinan yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok. 
c. Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas-tugas, dan para 
karyawan. 
d. Cara pimpinan dalam membagi tugas-tugas lebih lanjut yang harus dilaksanakan 
pada masing-masing unit kerja dengan cara mendelegasikan wewenangnya. 
Dari petunjuk di atas, secara umum dapat dipahami bahwa pengorganisasian merupakan 
proses pembagian kerja atau pengelompokan tugas-tugas diantara anggota-anggota 
organisasi. Maksudnya adalah agar tujuan organisasi secara menyeluruh dapat dicapai 
secara efisien mungkin, yaitu memudahkan dalam upaya mencapai tujuan dengan 
konsekuensi pemilihan terhadap pemikiran yang lazim tentang kemampuan 
memperbesar hasil kerja dengan modal biaya yang serendah-rendahnya. Menurut 
Y.Warella, pengorganisasian mencakup beberapa aspek penting yang menyangkut 
struktur organisasi, yaitu: 2
a. Departementalisasi, yaitu pengelompokan  kegiatan sehingga pekerjaan yang 
serupa dan saling berkaitan dapat dilakukan bersama. 
b. Pembagian kerja, yaitu pemecahan tugas sehingga setiap individu hanya 
bertanggung jawab dan melakukan sejumlah kegiatan-kegiatan tertentu saja. 
c. Koordinasi, yaitu proses untuk memadukan kegiatan-kegiatan dan sasaran unitunit organisasi yang terpisah guna mencapai tujuan bersama secara efisien. 
d. Rentangan manajemen, berupa banyaknya jumlah bawahan yang dapat 
dikendalikan secara efektif oleh seorang atasan. 
Dengan adanya pengorganisasian, berarti menunjukkan adanya pengelompokan tugas 
atau pekerjaan yang terdiri atas: 
a. Pengelompokan atas dasar  fungsi, yaitu penyesuaian pekerjaan dengan fungsi 
tugasnya, misalnya pekerjaan umum (PU) fungsi tugasnya pembuatan jalan, 
irigasi, tata bangunan, dan lain-lain tugas yang termasuk dalam lingkup 
pekerjaan umum. 
b. Pengelompokan atas dasar  proses, yaitu proses pengelompokan pekerjaan 
menjadi kesatuan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi, misalnya 
pencarian tambang minyak melalui proses pencarian sumber, proses pengolahan 
minyak mentah, dan pemasaran minyak. 
c. Pengelompokan atas dasar  langganan, yaitu pengelompokan dengan nama 
organisasi yang menggambarkan langganan,  seperti Persatuan pekerja wanita 
dan lain-lain. 
d. Pengelompokan atas dasar  produk, yaitu organisasi yang disusun berdasarkan 
produk, seperti Industri kerajinan dengan produk tikar, sulaman tapis, dan lainlain. 
e. Pengelompokan atas dasar  daerah ( area, teritorial), yaitu organisasi yang 
disusun berdasarkan kedaerahan, misalnya Kopertis dearah bagian barat. 3
Berdasarkan perincian ciri  pengorganisasian di atas, maka dapat disipulkan bahwa 
prinsip pengorganisasian dalam manajemen meliputi eksistensi tujuan, skala hirarkis, 
kesatuan perintah, pelimpahan wewenang, pertanggungjawaban, pembagian kerja, 
rentang pengawasan, fungsional, pengelompokan tugas, keseimbangan/kesesuaian, 
fleksibelitas, dan kepemimpinan. 

1.1 Pengertian Pengorganisasian
Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertain , istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini :
a. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya keuangan , fisik , bahan baku , dan tenaga kerja organisasi.
b. Hubungan-hubungan antara fungsi , jabatan , tugas dan para karyawan.
c. Cara dalam mana para manager lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelagasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
Dari tiga hal diatas dapat disimpulkan bahwa pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal , mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.

1.2 Teori-Teori Organisasi
Dalam kehidupan nyata orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan bersama , yang dilakukan adalah kegiatan menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional atau biasa disebut dengan istilah Organisasi. Organisasi dalam hal ini bisa terdapat pada badan usaha , instansi pemerintah , lembaga pendidikan , militer , kelompok masyarakat atau suatu perkumpulan olahraga.
Kata Organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional , seperti organisasi perusahaan , rumah sakit , perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.



2. Tujuan Pengorganisasian 
Tujuan pengorganisasian adalah agar dalam pembagian tugas dapat dilaksanakan 
dengan penuh tanggungjawab. Dengan pembagian tugas diharapkan setiap anggota 
organisasi dapat meningkatkan keterampilannya secara khusus (spesialisasi) dalam 
menangani tugas-tugas yang dibebankan. Apabila pengorganisasian itu dilakukan secara 
serampangan, tidak sesuai dengan bidang keahlian seseorang, maka tidak mustahil 
dapat menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan itu. Ada beberapa 
tujuan pengorganisasian, yaitu: 
2.1  Membantu koordinasi, yaitu memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja secara 
koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan efektif. 
Koordinasai dibutuhkan tatkala harus membagi unitkerja yang terpisah dan tidak 
sejenis, tetapi berada dalam satu organisasi. 
2.2  Memperlancar pengawasan, yaitu dapat membantu pengawasan dengan 
menempatkan seorang anggota manajer yang berkompetensi dalam setiap unit 
organisasi. Dengan demikian sebuah unit dapat ditempatkan di dalam organisasi 
secara keseluruhan sedemikian rupa agar dapat mencapai sasaran kerjanya 
walaupun dengan lokasi yang tidak sama. Unit-unit operasional yang identik 
dapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik pula secara terpadu. 
2.3  Maksimalisasi manfaat spesialisasi,  yaitu dengan konsentrasi kegiatan, maka 
dapat membantu seorang menjadi lebih ahli dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. 
Spesialisasi pekerjaan dengan dasar keahlian dapat menghasilkan produk yang 
berkualitas tinggi, sehingga kemanfaatan produk dapat memberikan kepuasan dan 
memperoleh kepercayaan masyarakat pengguna. 4
2.4  Penghematan biaya, artinya dengan pengorganisasian, maka akan tumbuh 
pertimbangan yang berkaitan dengan efisiensi. Dengan demikian pelaku 
organisasi akan selalu berhati-hati dalam setiap akan menambah unit kerja baru 
yang notabene menyangkut penambahan  tenaga kerja yang relatif banyak 
membutuhkan biaya tambahan berupa gaji/upah. Penambahan unit kerja 
sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan  nilai sumbangan pekerja baru dengan 
tujuan untuk menekan upah buruh yang berlebihan. 
2.5  Meningkatkan kerukunan hubungan antar manusia, dengan pengorganisasian, 
maka masing-masing pekerja antar unit  kerja dapat bekerja saling melengkapi, 
mengurangi kejenuhan, menumbuhkan  rasa saling membutuhkan, mengurangi 
pendekatan materialistis. Untuk ini pihak manajer harus mampu mengadakan 
pendekatan sosial dengan penanaman rasa solidaritas dan berusaha menampung 
serta menyelesaikan berbagai perbedaan yang bersifat individual.    
   
Dalam menetapkan tujuan-tujuan itu perlu adanya pertimbangan, yaitu: 
a. Membatasi idealisme tujuan, yaitu menghindari penetapan tujuan yang terlalu 
muluk, sebaiknya dilakukan penyesuaian kapasitas kemampuan teknis dan 
pengetahuan dengan besarnya harapan yang hendak dicapai. 
b. Pertimbangan waktu, artinya penggunaan waktu yang sebaik-baiknya, sehingga 
efektivitas kerja dapat terjamin. 
c. Pertimbangan sumber daya, yaitu melihat dan penggalian potensi organisasi dan 
kualitas anggota organisasi untuk kepentingan kemudahan mencapai tujuan. 
d. Keseimbangan tujuan-tujuan, artinya perlu memperhatikan keseimbangan 
kepentingan antara berbagai pihak. Tidak hanya terbatas pada kepentingan 
pribadi atau kepentingan organisasi  saja, melainkan  juga memperhatikan 
kepentingan pemerintah dan publik. 
Berdasarkan pertimbangan di  atas, maka tujuan-tujuan yang ditetapkan relatif dapat 
diseimbangkan. Oleh karena itu dalam proses penetapan tujuan organisasi, seorang 5
manajer harus dapat menentukan dan menciptakan suatu keseimbangan dari tujuantujuan ganda, di samping mampu memadukan berbagai kepentingan, agar tujuan akhir 
dapat memberikan keseimbangan pula antara kepentingan pribadi, organisasi, 
pemerintah dan masyarakat pada umumnya. 


3. Syarat-syarat Pengorganisasian 
Dalam pengaturan pembagian kerja yang baik, tentu memerlukan seorang manajer yang 
cukup berkemampuan dan berpengalaman di bidangnya. Fungsinya adalah agar jika 
pada suatu waktu ditemui hambatan, maka seorang manajer yang bertanggungjawab 
dalam pengaturan pembagian tugas tidak mengalami kesulitan dalam mencari jalan 
keluar. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya dalam rangka meningkatkan produktivitas 
dan kepuasan para anggota organisasi.Semakin banyak pengetahuan dan pemahaman 
terhadap implikasi pribadi  dan sosial tentang pengorganisasian, maka akan semakin 
besar pula terciptanya team work yang baik, sehingga  upaya pencapaian tujuan 
organisasi benar-benar dapat memberikan kepuasan anggota organisasi secara 
menyeluruh dan merata. Ada beberapa syarat utama pengorganisasian, yaitu:  
a. Adanya sekelompok orang yang bekerja bersama; 
b. Adanya tujuan-tujuan berganda yang hendak dicapai; 
c. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan; 
d. Adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan; 
e. Adanya wewenang dan tanggungjawab 
f. Adanya pendelegasian wewenang; 
g. Adanya hubungan (relationship) antara satu sama lain anggota; 
h. Adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan; 
i. Adanya  tatatertib yang harus ditaat.

Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.